Jumat, 04 Maret 2011

passion work...

Kemaren aq jalan jalan  sendirian (sedikit merehat dari sebuah beban) rencannaya aq mau beli buku "Barakallahuluka" pengarangnya Ashlim Afilin, kata Mba septa buku ini bagus untuk calon pengantin dan yang sudah menikah udah lengkap banget katanya disana, dari A-Z. aq penasaran, sebelum kemarin gw juga udah nyari di Gramed tapi ga ketemu. Berharap ketemu, ternyata ga ketemu juga ......


Karna ga nemu buku rekomendasinya mba Septa, akhirnya aq berencana beli buku "Menjadi Wanita paling Bahagia" . Abis itu aq liat liat buku lagi .... 

Yang Akhirnya aq mandek di satu Rak buku, awalnya terpesona sama judul di Covernya "Your Job is Not Your Career" yang akhirnya menggoda aq untuk membaca lebih dalam buku ini. 


aq ubek ubek rak bukunya, mau nyari buku yang udah kebuka, biar aq bisa baca isinya. Sebenernya aq agak males baca buku yang isinya tulisan semua.Yang punya satu judul dengan penguraian yang panjang.

aq coba membaca awal dari buku ini ..... udah ada 3 Kalimat yang tertera per halaman ...?
"Are you happy with your Career?"
"Are You happy with your Life?"
"Do You Care ?"

aq buka buka lagi per halaman, waahh .. bukunya enak banget dibaca ... Buku nya itu ada 2 .... dibikin kaya satu paket gitu, dan kebetulan gw baru baca buku yang pertama ...
Banyak gambarnya, dan warna warni ... jadi ga bosen buat baca buku ini. Di tambah lagi di buku ini tuh, bener bener ditekenin banget tentang "Passion". Sampe sampe tadi pagi gw naik bis, trus ketiduran gw kemimpi mimpi "Passion ,,,,, Passion ... Passion ... " hahhahaaaa .... segitunya pengaruh buku ini buat gw ...

Mungkin aq bisa sedikit Share yang beberapa makna yang gw dapet dari buku ini ...
  • Your Job is Not Your Career  it means pekerjaan sekedar alat atau kendaraan yang bisa membawa kita ke satu tempat yang kita kehendaki. Dan Karir itu adalah perjalanna itu sendiri. Yang aq suka dari penekanan di Bab ini adalah :
    • PEKERJAAN ADALAH MILIK PERUSAHAAN
    • KARIR ADALAH MILIK ANDA SENDIRI
  • Cerminan Karir : What you see is what you get & what you feel is who you are
  • Career Attributes & Career Essentials : There are two ways to be rich, one is to have more the others is to want less ..."
  • Career Triangle : Kepuasan bekerja, Kompensasi, Gaya hidup
  • Passion : ( It is NOT what you're good at. It is What you enjoy the most). 
    • Pepatah "kerjakan hal yang kita sukai maka tidak ada satu hari pun kita perlu bekerja" Bekerja sesuai Passion akan dapat menghasilkan energi.
    • Something must know about Passion :
      • Believe in your self & be Courageous !
      • Passion datang dari hati yang tulus
      • Perluas Horizon
      • Don't hold anything back - Jangan nanggung ( jadi harus Total .. Maksimal )
      • Be anthusiatic & Poistive
      • Nikmati prosesnya ini tidak memiliki finish line.
  • Finding your passion : Don't try too hard, it's from within. ( Passion is thing that you really really doing. Your passion is your streght) ... berarti yang negrasa passionnya itu tidur, atau main game itu ga bisa di bilang sebagai passion yang dimaksud sama om Rene.
  • Purpose your life ( you have the power in your hand when you have it in your mind )
  • Motivasi = attitude "tetep yah ... motivasi itu penting .. !!" and i already do this .. ^_^
  • All About Choicess, Selalu ada pilihan dalam hidup, memilih yang positif, dan melihatnya secara positif.
  • ACTION ... !!! its IMPORTANT .. !! klo udh nemiin Passion, udah ber antusias, udah punya motivasi juga. tanpa adanya Action is NOTHING ... yaaaa kayanya gw seperti ini ... :(
  • And Money are Follow ... Great Money Follows great works, ALWAYS .. !!
Haduhh ,,, pokoknya banyak deh .. dari awal sampe akhir itu adalah sebuah step dalam buku ini.
Jadi jangan dibaca acak acakan. "hehee ,, ini sih kebiasaan gw yang suka baca acak biar cepet selesai"
tapi untuk buku yang satu ini, dari awal sampe akhir rasanya kaya belajar dari kelas 1 sampe kelas 6 ....

Dan abis itu naik tingkat ke SMP .. (next book) buku ini Recomended  banget dibaca, buat orang orang  yang kaya aq .. !!! hehheee ... orang orang yang ngrasa pekerjaan dan kesibukan yang stagnant .. dan cuma pengen cari kerja yang punya salary gede.

Klo aq ada panggilan kerja, kebiasaan jelek aq adalah mengajukan pertanyaan "Mba kira kira salary nya berapa?" hehheheee ^_^ Ternyata itu SALAH Besar ... 

Disaat lo melakukan pekerjaan yang sesuai sama Passion lo, dan akhirnya menimbulkan kepuasan, maka Kompensasi pun akan mengikuti. Yaaa ... kaya yang udah di tulis di point  review di atas .. "Disaat lo bekerja sesuai passion lo, lo ga bakalan ngerasa klo lo itu bekerja" ... wew enak banget yah ... :D :D

Jadi PR aq saat ini adalah, ngikutin step by step yang ada di buku ini ... yang pertama kali adalah nyari Passion nya ... dan ga usah terlalu peduli berapa lama nemuiin passion, nikmatin aja .... dan terus mencari, dengan melakukan apa saja, yang bisa dilakukan dengan baik.

So .. lo berpendapat smaa juga kah dengan aq ?
klo iya, beli bukunya dulu, dipahami baru deh dijalanin ,,, ACTION .. !!

thanks om Rene .. So Inspired ^_^

"sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi saat dia sakit"

Mecintai Tanpa Syarat

"Sebernernya judulnya itu mecintai tanpa syarat ... sangking subhanallahnya cerita ini gw ngerasa ga sanggup judul diatas mewakili indahnya cerita dari notes ini .. makanya gw ambil qoute yang mnrt gw dalem untuk notes ini silahkan di check it out .. So Awesome .. akankah kita mampu menemukan Cinta tanpa syarat ?? .. "


Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak izinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengizinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….(sejenak kerongkongannya tersekat…) kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu.. Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

kaya hanyalah sebuah nama...

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya, “Bagaimana perjalanan tadi?” “Sungguh luar biasa, Pa.” “Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?” tanya sang ayah. “Iya, Pa,” jawabnya. “Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?” tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab, “Saya melihat kenyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki 5 ekor kambing .

Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya.

Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.

Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison.

Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang.

Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri.

Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri.

Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka.”


Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, “Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita.”.


Sahabat, Kaya adalah ketika kita ringan berbagi, Kaya itu tidak pernah mengeluhkan apa yang telah terjadi dan yang sedang terjadi, Kaya adalah mensyukuri dan menikmati segala bentuk pemberian, Kaya adalah kita mampu merasakan kebahagiaan ketika saudara atau tetangga kita sedang berbahagia, Kaya adalah kemampuan meringankan penderitaan orang lain. Kaya bukan menunggu datangnya banyak harta. Dan Kaya yang sesungguhnya adalah ketika kita amat sangat dekat dengan SANG MAHA KAYA, Allah SWT.

Surat untukmu...calon suamiku....

Seorang gadis menulis surat untuk calon husband dan menyimpannya di atas awan. Ini isi suratnya :

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Dear calon suamiku…
Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir


adapted from Muslimah Perindu Syurga.

Jatuh dan Bangkit


Sahabat, hidup selalu punya masalah. Tak peduli berapa kali kita didera masalah, yakinlah kita bahwa kita masih beruntung masih diberi kehidupan oleh Sang Pemberi Kehidupan. Ibarat handphone, kita pasti lebih memilih yang berlayar warna banyak daripada cuma yang cuma punya 2 warna yaitu hitam dan putih. Dan yakinlah bahwa lebih banyak masalah berarti kita berpeluang untuk memperbanyak warna kita. Bukankah monitor 5000 warna lebih mahal daripada 50 warna?


Akan tetapi teman, tak ada satu pun dari kita menginginkan  selalu terjebak dalam masalah. Dalam artian masalah yang kita hadapi bukan berarti memperbanyak warna kita, akan tetapi bisa jadi malah menurunkan warna kita, karena kita tidak berfikir untuk melanjutkan kehidupan ini. Bisa jadi kita terjebak dalam kebekuan, kemandegan, rasa putus asa dan yang paling naif karena merasa sudah tidak bisa merubah nasib hidupnya memilih untuk mengakhiri hidup yang amat sangat mahal ini.


Ada sebuah statement, klo manusia tidak makan masih bisa bertahan selama satu minggu, jika tidak diberi air minum masih bisa bertahan 4 hari, klo ada yang terluka dan mengeluarkan darah terus-menerus bisa jadi masih bisa bertahan 1 harian, tidak bisa bernafas masih juga untung karena masih bisa bertahan 1 menit atau 2 menit, tapi ketika cahaya asa atau harapan itu sudah hilang maka tidak sampai satu detik kita telah mati, bisa jadi secara fisik kita masih hidup akan tetapi tidak secara jiwa sobat.


Yakinlah teman, tak ada manusia yang selalu bisa menyelesaikan masalahnya. Kita butuh partner, butuh sahabat dan teman yang siap membantu kita. Bahkan George W Bush pun walaupun “berjaya” di Afghanistan, Palestina, Irak, dll. akan tetapi jatuh di hadapan rakyatnya di Amerika sendiri. Dan masih banyak orang-orang besar lainnya yang justru kecil di sebuah lingkungan. Klo g percaya cari aja di biografi tokoh2 besar di om google. Dan jangan dikira orang-orang “kecil” tidak bisa menjadi besar di lingkungannya. Karena orang sebesar apapun pasti pernah jadi “kecil”.


Klo sekarang ada diantara kita yang sedang depresi berkepanjangan, masalah yang tak kunjung selesai dan merasa tak ada jalan keluar, mengapa tidak sedikit berbagi dengan orang-orang yang kita cintai. Bagi yang sudah punya pasangan kenapa tidak dengan belahan jiwanya, bagi yang belum punya pasangan hidupnya kenapa tidak dengan sahabat-sahabatmu yang paling  engkau percaya. Bisa jadi sahabat, maybe sahabat kita tidak bisa membantu memecahkan masalah kita, akan tetapi ketika lebih banyak orang yang kita temui dan kita sharing dengan mereka, kita akan bisa menemukan sendiri jawaban dari permasalahan kita dan kita merasa mendapat suntikan semangat itu, walaupun sedikit paling tidak itu sanggup membuka lembaran hidup kita yang baru karena halaman hidup kita sekarang telah penuh dengan tulisan dan coretan, dan yang paling penting tidak membuat kita bunuh diri, y kn…


Tak ada manusia yang tidak pernah merasakan jatuh, ingatlah ketika kita belajar mengendarai sepeda, atau motor, tak ada ceritanya yang langsung bisa. Pasti merasakan jatuh. Kalau ada yang tidak jatuh saya berani taruhan dia bukanlah orang.
Yang penting bukan seberapa dalam tempat kita jatuh, tapi seberapa harapan kita untuk kita bisa bangkit kembali. Bukan berapa sering kita mengalami jatuh, tapi yang penting berapa sering kita berani untuk mencobanya kembali.


Tulisan ini untuk sahabat-sahabatku yang sedang dilanda masalah, dan special for my best friend yang sekarang sedang terlampau lelah untuk menapaki jalan hidup ini dan tak lupa untuk menyemangati aku sendiri. : INGATLAH BAHWA AIR MATA ADA BUKAN UNTUK MERATAPI MASA LALU AKAN TETAPI SEBAGAI PUPUK DAN SIRAMAN UNTUK MENUMBUHKAN BIBIT SEMANGAT BARU YANG MENGGANTIKAN POHON SEMANGAT SEBELUMNYA YANG TELAH TUMBANG DI HATI QTA.
Yakinlah sobat aku selalu ada untuk membuat kau tersenyum, kalaupun aku tiada, masih ada sahabat lainnya yang membuat kau bahagia. Kalaupun semuanya tiada masih ada Allah Yang Maha Kekal yang bersamamu.


Sumber : http://jalanjalandingin.blogspot.com/2010/03/jatuh-dan-bangkit.html


Nb : suka sama gaya Bahasanya ... keren ... Note kecil yang selalu bisa menyembuhkan dukaku

Lamaran yang Sederhana, Namun Luar Biasa ^_^

Note Jadul dari kumpulan catatan lamaku...Surabaya, 4 Juni 2010
Mungkin ada yang menganggap terlalu naif dan hanya ada di dalam cerita aja. Apapun itu, kadang memang harus pinggirkan hal duniawi dan kembali ke dasar kita.
Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang
mengarungi bahtera rumah tangga..
Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama.. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu?
Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban
duniawi (cakep atau tajir manusiawi lah ).
Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya.
Hingga detik ini
saya masih ingat setiap detail percakapannya.
Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju
pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan.
Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu
sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran.
Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama
seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat
berhati-hati dalam memilih suami..
Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika
dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius.
Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya
menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.
Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya.
Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama
proses pernikahan.
Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.. Asli..
Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu.
Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa
memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali
waktu itu (sok sibuk sih aslinya).
Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia
telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal.
Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan
pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya
memutuskan untuk menginap dirumahnya.
Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua.
Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita.
Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa
juga
kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia
juga ingin bercerita banyak pada saya.
Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.
“Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham
kondisinya saat ini.
“Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.”
“Iya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu
kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik.
Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak
hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat
jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar
saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini
saya pendam.
“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya
sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci
meja riasnya.
Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.
Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada
saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya
memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.
“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya
menebak warnanya pasti putih hehehe.
Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.
“Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan
senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya.
Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan
kata-katanya.
Begini isi surat itu.
Kepada YTH
Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon
kakak buat adik-adik saya
Di tempat
Assalamu’alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini
hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya
mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama …… menginginkan anda ……untuk menjadi istri
saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa.
Saat ini saya punya pekerjaan.
Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi
yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan
untuk mencukupi kebutuhan
istri dan anak-anakku kelak.
Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan
ngontrak selamannya.
Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak
kepanasan dan tidak kehujanan.
Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa
kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya.. Untuk menutupi
kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa.
Cinta saya juga biasa saja..
Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan
merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.
Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena
saya tidak tahu suratan jodoh saya.
Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang
baik. Kenapa saya memilih anda ?
Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda.
Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.
Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah.. Dan yang pasti, saya
menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah.
Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin
menjadi lebih baik dari saat ini.
Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya.
Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan.
Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin
Wassalamu’alaikum Wr Wb

 Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini
saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah.
Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang
berbunga-bunga.
Surat cinta minimalis, saya menyebutnya .
Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum
tertahan.
“Kenapa kamu memilih dia..”
“Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia
manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya.
Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa.
Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari.
Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.”
“Maksudnya?”
“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada.
Iya kan ? Paling gak.Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat
nanti kita jadi gembel.
“Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum
tidur. Terdiam kita memasang telinga.
Sunyi.. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling
berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing.
“Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Kita kembali
rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih
terngiang terus ditelinga saya.
“Gik…”
“Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya.. Saya ingin dia
tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah,
kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.
Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu.
Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa
ada hal lain yang
mengatur segala kehidupannya.
Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh
ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan
berapa lama pernikahnnya kelak.
Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi
sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan
mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’.
Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan.
Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan
yang utama.
Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah.
Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya.
Maka semua menjadi indah.
Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang
mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah
pernikahan.
Kita hanya bisa
memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah
dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan
kemantapan untuk menikah.
Lalu, bagaimana dengan cinta ?
Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.
Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.
Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam
pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo),
kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan
jiwa).
Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha
menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa.
forward from: Desi Apriani
yogie al-fakir
Sumber :
Prayogi Arifianto”
pksplus@yahoogroups.com

Sumber : http://blogspotnya.blogspot.com/2009_05_01_archive.html


Nb : Subhanallah .. gw jadi tambah pengen nikah, dan pengen banget bisa nemuiin cowo se Wise se (semoga aku sudah mendapatkannya) sederhana dia, dan Sangat Mencintai allah ini yang paling Penting ...

Kalo udah mencintai Allah, Mecintai kluarganya, Insya Allah akan Mencintai Istri dan anak anaknya kelak, Walaupun Hakikatnya belum ada Kepastian di masa yang akan datang kelak.
Makanya gw abis baca artikel ini langsung gw Repost .. gunanya bukan untuk apa - apa 
cuma sebagai bentuk kenginan dan sekedar harapan yang Insya Allah dikabulkan. Dapat menemukan Suami dengan Cinta yang Sederhana namun Luar Biasa ..
Amiiinn ..

Thanks to hamida, yang udah ngasih tau .. ^_^

Rabu, 05 Januari 2011

Kesabaran menuju Kemenangan

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… ayah anak“Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang muslimah yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.
(terinspirasi dari sebuah dialog kecil pagi ini....thanks yah...)